Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Jumat, 08 Oktober 2010

Rajutan Bintang

Bersama malam kurajut bintang
Kucuri pendar mata binatang malam, kutaburkan pada rajutan bintangku
Kulayangkan bersanding dengan sang rembulan
Kunyalakan terang
terang
dan benderang
kukibaskan tarian malam bersama dingin yang kuperas dari akalmu
Supaya ia mengerling, berkedip jenaka
mengundangmu
untuk menatap bintang yang kurajut
untuk memeluk pendar yang kucuri
untuk mengecup hangat yang kutabur
untuk membalas kerlingan rasaku padamu...
Agar kau tau,, ada aku..
Yang setiap malam bergelayut pada langit kelam
mencari sosokmu
dan menabur rasaku padamu
yang hanya kau anggap sebagai hiasan malam..
Lihatlah
Rasakanlah
Ini bukan sekedar hiasan malam
karena bintang yang kurajut, penuh akan rasa...
Sayang...

2 komentar:

  1. kata yang indah, rasa yang indah
    dan tak mampu diucap kata
    kata tak mampu membendung makna
    pun tak mampu membendung rasa
    kurasa tak cukup hanya itu
    namun ku tak tahu apa yang harus kulaku

    BalasHapus
  2. satu kata yang kau tulis, brmakna ribuan arti...
    satu kata yang kau susun, bercorak ribuan keindhan
    sampai satu puisi yang kau terbitkan, menuai ribuan kata sempurna...

    BalasHapus