Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Senin, 08 Februari 2010

Rindu dan Rasa

Malam

perasaanku melayang


gelapnya tiada menghalang


tiada menghadang


rasa yang kerap terbang


Rindu


yang terasa mendayu


terpanggil oleh alunan lagu


yang menyibak kenangan indah masa lalu


Ah,, aku tak tau...


Rasa datang tanpa permisi


tanpa ancaman


tanpa terdengar


yang semula telah menjauh


yang sempat menghilang




Ya, aku tau aku sadar aku mengerti.... dalam hati, kuharap hanya Allah yang bertahta...
Tapi,, terkadang rasa itu muncul.. Rindu yang kian mendalam,, gelisah dan resah menanti pertemuan, debaran yang begitu kencang, angan yang terus melayang menggambarkan sosoknya, mata yang terus mencari bayangnya...
Salahkah?
Aku tak mengerti...
Ya, aku memang terlalu mudah untuk mengagumi seseorang..
Tapi,, tak semua bisa memanggil satu rasa.. dan tak mudah untuk memanggil rasa itu, butuh waktu, butuh pemikiran, butuh pemastian... dan itu memakan waktu lama untuk mencapai tahap itu...
Tapi,,,
hari pertama,, aku ingin mengenalnya
hari kedua,, kekaguman datang tanpa dicegah
hari ketiga,, aku berdebar di sampingnya,, aku bahagia bersamanya,, aku tenang di dekatnya,, dan aku makin merindukannya
Tiga hari untuk memanggil rasa..
Itu yang pertama....
terjadi hampir setahun yang lalu...
Kini kami jarang bertemu...
Malah,, akhir2 ini hampir gak pernah....
ahh.. entahlah...
aku takut, takut rindu ini memanggil rasa yang terlalu berlebihan... karena Allah lah yang pantas untuk memiliki hatiku saat ini...
hanya Allah swt....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar