Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Rabu, 23 Februari 2011

Masih

Detik meremasku dan meniupkan puing aku dalam pusaran waktu
Mengajak memori usang yang tengah tertidur untuk berdansa denganku
Dalam putaran gambar yang makin terngiang
Dalam gemuruh detak yang mengencang dan hati yg tertawan
Satu rasa bagai tersadarkan
Setelah waktu menaburkan debu kelabu padanya yang tengah terlelap
Yang diam karena pikir sedang ingin bertualang, saat nyata sedang ingin berkuasa
Yang tak bergerak karena sosok pembangkit tengah menghilang, tertelan kehidupan
Dan saat nyata tiada lagi menatap galak dengan pesonanya
Dan saat kehidupan kembali membawa sosok pembangkit ke dalamnya
Ia tiada lagi diam ataupun terlelap
Bergetar hebat, bersama deru aliran darah yang terus terpacu
bersama potongan ingatan yang terus menyatu
seketika mengalunkan satu cerita akan rasa
Ya, masih seperti dulu
Detak yang menderu, udara yang menipis
Saat kau hadir kembali, menyentuh titik rasa
Saat kau berlari kembali, memasuki tiap inci kepala dan hatiku
Saat kau menyapaku
Saat kau bicara denganku...

1 komentar:

  1. wahai kau yang kurindukan,
    dengarkah kau, rindu di setiap ucapku?
    bahkan nadiku pun memanggilmu,
    tidakkah kau mendengarnya?
    debaran ini

    wahai kau yang kudamba
    mendambamu bagai memeluk angin
    tak sampai ku meraihmu
    tak sanggup ku menggapai hatimu,
    cintamu

    PS: Viiii....kamu ke mana aja tho? br sekarang muncul? oya, makasih ya atas koreksimu. aku baru sadar pas kamu kasitau. thx a lot. *^^*

    BalasHapus