Aku masih ingat
saat pendar siang masih menempel di sekujur tubuhku
saat peluh pijar terang masih membasahiku
dan saat bising hiruk pikuk masih mendengung di telingaku
Aku masih ingat akhir itu
lambaian mentari di ujung senja
tawa cahaya di sisa keberadaannya
peluk rembulan yang menyapa kebangkitan malam
Aku tentu masih ingat
walau sang mentari tengah terlelap dalam tidur panjangnya
walau cahaya seakan berlari menjauh, takut akan gelap lingkar mataku
walau siang telah lama tunduk pada sang malam, bersembunyi, tak pernah kembali
Aku terdiam mengambang pada pusaran malam
Bahkan bintang pun menciut termakan gulita
Tanpa setitik cahaya, melayang, berputar menghitung hampa
Tapi aku masih ingat
karena lupa telah kubekap bersama harap
Karena aku masih ingat dan terus menantikan
saat siang kembali menyapaku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar