Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Minggu, 04 April 2010

Kan...?

Saat kata tak lagi menjadi sebuah permainan, saat jiwa bosan dengan balutan kata, lisan berucap, bahasa terungkap...



Hahhhh... Aku sendiri suka bingung.. aku sendiri tidak mengerti, aku gak tau.. dan semua ketidak-tauan ini adalah milikku.. hanya perlu kurasakan..
Kurasakan saja, berjuta pertanyaan yang terus terlayangkan dalam pikiran. beribu argumen, dan beribu perkataan "jika" atau "seandainya"

Dunia ini kuantum, kosong, dimana hatilah yang mengatur seluruh kehidupan. kehidupan ada di tangan kita, bisa kita atur dengan jiwa yang berbicara dengan Tuhan... Ya, saat jalan dan akses kita ke Tuhan Yang Maha Esa itu tersalurkan,, hidup hanyalah kosong dan semua adalah semu..

Dimensi yang sebenarnya adalah kosong, tidak ada ruang dan tidak ada waktu..
Dan aku, seolah dipermainkan oleh waktu. saat pengharapan terpupuk di masa lalu, tapi tiada jawab dari itu semua. dan saat aku dipertemukan kembali pada dia yang di masa lalu, aku merasa terombang - ambing..

Masih kuingat jelas, pengharapan itu. seorang teman spesial di masa SD ku, sahabatku, cinta monyetku. aku sendiri gak yakin, itu beneran cinta monyet atau aku memang menyukainya.. karena 8 tahun lebih aku menyimpan rasa dan pengharapan itu, terus. tapi setelah 10 tahun, dengan berjuta kemungkinan indah cara bagaimana aku bertemu, aku menemukan friendsternya, dengan status in relationship dan melihat foto mesra dia dengan seorang cewek di pantai saat senja. blackout.. Pengharapan dan khayal palsu, aku termakan pikiranku yang hobi menghayal, yap, that is the fact..

Itu salah satu contoh saat2 aku terpermainkan dan membiarkan diriku dipermainkan oleh waktu. masih banyak lagi, juga tentang gebetan SD ku.. pas kelas 3 SMP entah gmn aku dapet no hp nya, kita smsan, sebentar aja. SMA kita ketemu di SMA yang sama, dan dia, pada akhirnya pacaran dengan teman sekelasku.

Pertemuan dan perpisahan. juga waktu. aku seringkali membiarkan diriku terpermainkan. saat ini, kembali kutemukan seorang temanku di SD dulu. setelah bertahun tahun aku gak tau kabar,, dia memiliki sesuatu. Sesuatu yang kudamba dan kukagumi... Dia memiliki sesuatu yang membuatku terkagum. hanya itu, kekaguman. Tapi cukup, aku tidak akan membiarkan diriku terpermainkan lagi. Itu yang ada di dalam hati dan pikiranku. tapi apa? bagaimana caranya? aku gak tau. Aku bahkan gak tau, apa aku benar2 terpermainkan, atau aku hanya membuat diriku seolah terpermainkan. Aku gak tau, aku jadi bingung sendiri. ya, ketidak-tauan dan kebingungan ini semua miliki, aku hanya perlu menerimanya sebagai milikku.. dan merasakannya..
Kan...?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar