Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Rabu, 09 Juni 2010

setelah kubaca ulang, jadi wagu *agak aneh.. :D "Untitled"

dalam lingkar rengkuhku
aku mengais rasa
aku merindu bahagia
kutinggal asaku
kubuang mauku
pada satu ego tak bernyawa
membuatku buta akan rasa

sesak mendesak hati menyempit
bisik-bisik sendiri merayu-rayu
untuk bahagia yang tengah bernyanyi
dan menamparnya bungkam
menghajarnya menepi
Sampai sepi menjadi rasa
Hingga ego tertawa
Dan gelap membahana

Aku terpendam dalam diam
aku menyelam dalam sunyi
meninggalkan asaku
membuang mauku
terbahak dalam senyap
merapuh dalam sendiri

Lalu,,,

Dentaman tabu menggelegar
membuka mata terpejam
menghantam jiwa melayang
meninju akal tertawa gila
menggetarkan sekujur raga
mengalirkan air sesal
merintih dalam tatap cahaya
membuka semua pandang

Ah,, sendirilah sang tabu
kepedihan panik kehilangan alasan
kesengsaran berlari terbakar pandang
merana hilang tertelan realita
mereka yang kupuja

Saat aku merintih
kudengar rintihan mereka
Saat aku menyendiri
kudengar panggilan mereka
Saat aku terisak
kudengar isakan mereka
tapi puas tak pernah kusapa

tapi apa??
derita mereka bukan deritaku
tangis mereka tak sampai di telingaku
kepedihan mereka tertutup oleh pedih semuku
senyum derita mereka kutatap iri oleh rintihku

mereka tertawa
mereka tampak selalu bahagia
seakan tak ada angin yang kan menggoyah mereka
seakan ombak tak ingin melebur karang mereka
tapi semua sama

sedihku sedih mereka
sedih mereka menjadi sedihku
tawaku tawa mereka
tawa mereka menjadi tawaku

sedih dan tawa
selalu datang silih berganti
pasti

tak ada sendiri
ada mereka
tak ada sepi
ada mereka

bersama,,,
kurasakan rasaku dan rasa mereka....
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar