Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Kamis, 03 Juni 2010

Perihku

Berlari meninggalkan nyata
Menyeruak pikir memeluk pekat hampa
Menari-nari bersama khayal
Pencipta rasa hampa dan perih yang membuat rindu
Mencumbunya, gelap sesat dan tangisan darah
Merangkulnya, mati rasa dan tatap tak bernyala
Merengkuhnya, bisikan setan dan tawaran kematian
Bermain bersamanya, ego dan manja
Bersenang - senang bersama rasa dalam palung kegelapan
Merasakan nyaman berselimut rasa sesat
Biarkan, tinggalkan aku di sini
Jangan panggil aku, jangan bawa aku
pada nyata...
Karena nyata, memeras air mata
Karena nyata, tengah bergemuruh dan akan membantaiku
Karena nyata, tengah poranda oleh badai emosi
yang memanggil perih
yang kan menularkan perihnya
pada orangorang yang kusayangi, kalian...
Jadi, biarkan aku di sini
Jangan pedulikan aku saat ini
Aku yang tengah menikmati perih yang tak ingin kubagi
Biarlah perihku terpendam
Saat aku ingin membahagiakan kalian... =)

2 komentar:

  1. keren banget puisi nya ...

    aku juga punya puisi, heheh ... numpang publish di sini yah

    BAIT-BAIT SADARKAN AKU

    memandangmu
    sungguh pilu
    bercampur rindu
    hati pun berderu
    genderang berpalu
    detak terpacu
    dalam padu cintaku

    bait-bait sadarkan aku
    dari segala syahdu
    hati kelabu
    pun aku mengadu
    meski sebenarnya merayu
    hu hu hu
    isak tangisku
    menahan maluku
    dari bait-bait cintaku
    yang telah genap seribu
    namun pun tak satu
    sampai ke kasihku

    bait-bait sadarkan aku
    aku satu
    dia satu
    tak mungkin padu
    kecuali bersatu
    dalam dua cintaku

    Karya: John Terro

    BalasHapus
  2. wah,, puisimu lebih keren.. :)
    kenapa seribu bait puisimu tak kau sampaikan ke kasihmu?
    hehe..
    aku suka puisimu, ringkas tapi dalam.. :)

    BalasHapus