Saat dimana angan kembali bertualang. Mencari dan menanti, arti suatu hari. Kutemukan alunan lagu, miliknya. Senja jingga yang menawan itu. Bersama kantuk kuterbuai dalam alun. Dan malam ini, aku kembali mengenang seorang bak langit senja berwarna jingga...
Yang kukagumi, tapi tak kumengerti...
Yang membuaiku, tapi tak mampu kubuai...
Yang mampu membahagiakanku, tapi aku bukan bahagianya...
Ah, lagu itu begitu indah. Mengalun menemaniku berangan dan menyelam beribu makna. Bersama malam, dengan senyuman rembulan dan kerlingan bintang. Bak menari di tengah riuh tepukan langit malam,..
Belum, aku belum lelah. aku masih ingin menari melebur bersama harmoni ini. Sorakan jangkrik dan belaian angin malam. Aku masih ingin menari. Menari dan menari, bersama alunan langit senja di puncak malam...
Hingga lelah menyelimuti. Sampai kantuk merajai. Sampai lonceng pengakhiran terdentang...
Sampai aku menutup hari...
Sebelumnya, biarkan kumenari menikmati harmoni ini..
Menari seirama dengan melodi mengalun, sebagai penutup hariku..
Biarkan kukenang indah langit senja bersama tarian ini...
Sebelum kusudahi lagi, satu hari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar