Aku mengaisngais tanah ketenangan
Mencaricari harta kebahagian
Kosong, hampa, tanpa apaapa
Panik berselubung diam..
Termangu menatap kedua tangan yang penuh tanah basah, kotor..
Tapi inilah tanah ketenangan
Dengan kasar ku usapusapkan tubuhku
Agar menyatu dan meresap pada ketenangan tanah
Perih, luka, kehampaan yg menyiksaku
Aku semakin panik
Kubenamkan kepalaku, kugesesekan wajahku pada tanah itu
Kenapa??
Kenapa kegalauan ini malah semakin menyiksa??
Wahai tanah ketenangan,,
Dimana ketenangan yang kau tawarkan???
Manaaa????
Aku lelah
Aku rapuh
Aku galau
Dan mulai menggila..
Akal itu pun mulai merasuk...
"MATI SAJA"
Karena sesat dalam tekanan ini
Bagai sebuah aroma kematian...
tanpa sadar,
BalasHapuskata2 itu telah menguburmu dengan sendirinya
mengusir cahaya hatimu pergi
dan seolah berkata jangan kembali
bagaimana jika
kau memanggilnya kembali
dan berkata tetaplah di sini?
ya, kesadaran seakan tak lagi menjadi milikku
BalasHapussaat gelap berpusar di pusat kepala
gelap yang menekan kencang
gelap yang kucipta sendiri oleh ketidakmampuan menghadap realita
Mungkin itu bukanlah hal bermakna
tapi itu bisa menjadi pisau tajam bagiku...
Hanya saat aku kembali mengingat-Nya..
Ya, Dia yang memberiku segala..
Aku puun mengais cahaya-Nya, menemukan terang-Nya..
Kurasa,,
Kurasa gelap itu memang harus ada..
Agar kita bisa melihat indahnya terang.. :)
Terimakasih..
Katakatamu adalah penghantar-Nya..
Cara kuperoleh siraman cahaya dari-Nya..
Satu cara..
Kamu..
Makasiiih... :)
dengan begitu kau kembali menemukannya
BalasHapusya, dia,
dirimu,
dirimu yang tak termakan oleh pekatnya kegelapan
aku salut
dan aku bangga
selamat untukmu