Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Senin, 17 Mei 2010

Aku Sendiri

Senyum bukan satu topeng diri, bukan..
Inilah cerminan diri, aku..
Senyum dan ketenangan memang milikku yang terpantul di matamata mereka..
Sekali lagi, itu bukan topeng..
Tapi di mata mereka aku pun seakan kasat mata
Aku yang lainnya..
Aku bisa dengan bebas memantulkan bayang diriku di mata mereka
Diriku saat penuh ketenangan dan kebahagiaan
Tapi bagaimana dengan aku?
Aku yang mudah terpuruk
Aku yang mudah terluka
Aku yang berlinang air mata
Aku yang sesat dalam gelap
Ini pun aku, hanya aku yang lain..
Aku ingin ikut memantulkan kegelapan ini di mata mereka,,
Mengais pinta cahaya pada mereka...
Tapi, saat gelap ingin kupantulkan, senyum menjadi topeng,,,
Senyumku saat bercahaya..
Cahaya mengelilingiku, walau gelap dalam bersemayam pada pusat..
Tak ada yang tau
Tak mampu kupantulkan
Keterpurukan ini
Kesesatan ini
Kegelapan diriku yang terpendam
Tak ada yang tau,
Mereka tak tau..
Meski sang ibu sekalipun..
Dan aku berjuang sendiri
Dan tersesat sendiri
Melangkah gelap dengan berlinang air mata
Hanya sendiri..
Tak ada yang tau,,
Tidak ada...
Tidak..
Hanya aku sendiri...

2 komentar:

  1. mana topengmu?
    atau kau mau memakai topengku?
    topeng itu akan menemanimu dalam gelap
    membuatmu nyaman dengan keadaan yang ada
    membuatmu pasrah dengan ketenangan semu

    tapi...
    apakah itu lebih baik bagimu?

    BalasHapus
  2. Tidak...
    Sama sekali tidak lebih baik..
    Bahkan aku tak tau pasti..
    Itukah topeng?
    Atau itu hanya aku yang lain?
    Seakan aku ada dua...
    Sering ku tak pahami...
    Siapa aku...

    BalasHapus