Musim panen baru berlalu. Sudah saatnya untuk para penghuni desa beristirahat. Festival akan datang. bersenang - senang, bersama..
Bahagianya..
Tapi, dalam senangku bergumam sedih. Festival dan kegembiraan, tanpa pangeran..
Ia pergi, pada sebuah pertemuan di kerajaan lain. Di kerajaan ini saja aku jarang sekali bisa bertemu maupun berbicara dengan pangeran. Ah, melihatnya saja jarang. Pangeran adalah pangeran. Dengan tanggung jawabnya kepada kerajaan ini, untuk desa ini juga..
Dan sekarang ia merantau pergi jauh untuk sebuah misi diplomatis.. Meninggalkan dan melewatkan Festival Bulan Panen tahun ini. Festival yang biasa ia pimpin kini diserahi pada adiknya, pangeran kedua yang biasanya hanya berdiam di dalam istana.. Padahal Sang Putri pertama yang telah menikah dengan pangeran kerajaan lain kini menyempatkan kembali untuk menghadiri festival ini..
Lantas, kenapa pangeran harus pergi?
Aku termangu sendiri berlatarkan tawa kebahagian penduduk desa..
Pergilah pangeran, dengan doaku, kembalilah segera..
Dan sinarilah lagi kerajaanmu, dengan senyummu...
mau tanya dong vee? pekerjaan tokoh wanita ini apa? dan namanya siapa? aku juga ingin tau nama sang pangeran..
BalasHapushmmm... Sebenernya, ini bukan sebuah cerita..
BalasHapusTapi kiasan dari sebuah kisah seorang sahabat dan juga penggalan cerita pengalamanku.. :D
Bukan untuk membuat sebuah cerita baru..
Tapi mengisahkan kejadian dengan sebuah cerita.. hehehe.. :D
Wanita itu hanyalah seorang penduduk desa biasa yg tinggal sendiri dan mencari nafkah dengan mengurus ladang miliknya sendiri.. :)
Wanita desa biasa, yang mencintai pangeran...