Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Jumat, 23 Juli 2010

Tertutup Malu

Termangu ku berpaling dari rasa
Bersorai dalam gempita suasana
Berteduh dalam anyaman tawa-canda
Berirama terpekur lupa akan rasa

Satu ingatan
Satu pandang
Satu ucap
Lalu,,
Sebuah kehadiran

Terlonjak oleh luapan rasa
tersadar oleh satu pola
bersama akal mengelabui rasa
bersama jiwa membentuk asa

Hadirku
Ucapku
Terkulai lemah oleh guncangan rasa
Tertimbun malu berbadan kekar
Menghimpit kata
Menekan tindak

Jauh...

Jenaka tak lagi kurengkuh
Canda tak mampu kutenun
Bersamanya...

Saat bersamamu, kutertutup malu...

3 komentar:

  1. ku tergugu dalam diam
    kulihat dirinya tersenyum
    ingin ku meraihnya
    namun apa daya ku tak sanggup
    cukuplah aku berdiri di sini
    mengagumi sosoknya yg bersinar bagai bintang
    di hatiku

    BalasHapus
  2. Saat sendiri membalut sepi,
    cukuplah bagiku untuk melihatnya...

    Saat mata hanya mampu menatap,
    cukuplah lidah menyapa hadirnya...

    Saat tatapnya telah kerengkuh,
    cukuplah kata mengudara bersama...

    Saat katanya telah kugenggam,
    cukuplah tawa menggetarkan sukma...

    Saat tawa menghias pandang,
    cukuplah waktu menjaganya untuk terus bersama..

    Cukupkah?

    BalasHapus
  3. cukup kataku namun tidak hatiku
    hatiku berang
    inginku berteriak
    otakku berontak
    namun ku tetap bertahan
    agar namanya tak kuucap

    BalasHapus