Termangu ku berpaling dari rasa
Bersorai dalam gempita suasana
Berteduh dalam anyaman tawa-canda
Berirama terpekur lupa akan rasa
Satu ingatan
Satu pandang
Satu ucap
Lalu,,
Sebuah kehadiran
Terlonjak oleh luapan rasa
tersadar oleh satu pola
bersama akal mengelabui rasa
bersama jiwa membentuk asa
Hadirku
Ucapku
Terkulai lemah oleh guncangan rasa
Tertimbun malu berbadan kekar
Menghimpit kata
Menekan tindak
Jauh...
Jenaka tak lagi kurengkuh
Canda tak mampu kutenun
Bersamanya...
Saat bersamamu, kutertutup malu...
ku tergugu dalam diam
BalasHapuskulihat dirinya tersenyum
ingin ku meraihnya
namun apa daya ku tak sanggup
cukuplah aku berdiri di sini
mengagumi sosoknya yg bersinar bagai bintang
di hatiku
Saat sendiri membalut sepi,
BalasHapuscukuplah bagiku untuk melihatnya...
Saat mata hanya mampu menatap,
cukuplah lidah menyapa hadirnya...
Saat tatapnya telah kerengkuh,
cukuplah kata mengudara bersama...
Saat katanya telah kugenggam,
cukuplah tawa menggetarkan sukma...
Saat tawa menghias pandang,
cukuplah waktu menjaganya untuk terus bersama..
Cukupkah?
cukup kataku namun tidak hatiku
BalasHapushatiku berang
inginku berteriak
otakku berontak
namun ku tetap bertahan
agar namanya tak kuucap