tenang...
saat badai tak lagi menari dalam nyanyian sang hujan
saat sambaran kilat tak lagi meramaikan pekik deru sang guntur
saat hitam tak lagi menjadi selubung langit senja
karena senja telah menjadi malam...
Malam,,,
seolah bertukar peran dengan sang senja yang selalu menampakkan gemulai tariannya dalam alunan jingga
karena malam menghapus sang badai yang berjoget riang bersama hujan senja
karena malam meniup hitam yang bergantung dalam langit senja
karena malam mulai menampakkan kelip cahanya menggantikan gelapnya senja
aahh...
masih kurasakan kemarin
saat senja dan malam terus merintih
saar senja dan malam beradu kasih dengan kelam dan dingin
saat senja dan malam menyanyikan lagu pilu bersama glegar sang guntur dan pekikan sang hujan..
Saat hatiku ikut menangis bersama mereka akibat sesal tak beralasan
tapi sekarang...
malam tak lagi bersedih
walau senja tadi masih menangis pilu...
CURANG
kau curang malam
karena hanya kau yang bersinar bersama kelip sang bintang dan sapaan rembulan
tidak menyambut dan meneruskan pekikan tangis sang senja
meninggalkan aku sendiri yang tetap berkubang dalam tangis tak beralasan
meninggalkan aku yang tenggelam dalam deras hujan dan glegar petir di hatiku...
tangis ini masih bersisa...
walau kau hanya membalasnya dengan gerimis perlahan yang sempat menyembunyikan kelip bintang yang semula kau perlihatkan...
jangan tingalkan aku malam...
sendirian dalam lolongan hujan di hatiku...
Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...
Rabu, 10 Maret 2010
Kau Curang, Malam...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
permainan kata yang tak bisa kulakonkan
BalasHapusbegitu mudahnya kau lakonkan
kata-kata yang tersembunyi di baliknya
menyiratkan beribu makna
beribu makna yang menjadi satu makna
satu makna berarti
well, i love this poem ^^
bagiku kata adalah sahabat
BalasHapussaat lisan tiada terucap
saat bahasa bukanlah pengungkap
saat jiwa hanya mampu menari dan melebur ke dalam buliran kata yang mengalir di atas langit duniaku...
terimaksih Lita.. :)
andaikan aku adalah orang lain
BalasHapusdan orang lain adalah aku
saat itu, aku menjadi dirinya,
dirinya menjadi aku
tapi,
cukuplah aku untuk diriku
dirinya untuk dirinya
ya, andaikan aku bisa
tak cukuplah dayaku untuk itu
kamu cocok jadi ahli puisi, vee ^^
putih terlukis karena hitam
BalasHapusterang tercerna dari sang gelap
malam pun tercipta oleh siang
dan mampu pun ada dari tiada...
ahli puisi? hehe.. amin deh, :D
aku jg masih belajar kok.
puisi yang awalnya jadi penyalur uneg2, tapi lama2 jadi suka dan pengen lebih bisa.. :)
kita sama2 belajar ya Lita.. hehe
kata demi kata kau rangkai
BalasHapusmembentuk barisan indah yang bermakna
tiada seorang pun tahu
hanya kau
pada akhirnya,
kata itu membentuk sebuah cerita
ceritamukah?
ceritanyakah?
ya, itu hanya kau yang tau
hal yang kupinta,
bentuklah lembaran nyata dari kisahmu
dan kibarkanlah
agar semuanya tahu
bahwa itu adalah kau
dan kata itu adalah ucapmu
vee, aku gak ngerti puisimu yang ini. T.T
hehe..
BalasHapusaku cma pengen nyampein mampu/ kemampuan dalam melakukan sesuatu itu berawal dari ketidakmampuan juga (tiada),, jd kita pasti bisa klo kita mencoba dan belajar lagi.. :D
like this. ^^
BalasHapus