
hujan...
langit menitikkan syahdu tetesannya dipadu gelap tak berbintang..
mengalunkan alunan deru titik dalam kegelapan dan keheningan
udara berselimut beku menghantam dengan bisikan angin yang menyanyikan melodi gerimis malam...
langit seolah menyambut...
kegalauan dan rintihan hati yang berselimut ragu karena cinta
sesal yang timbul dari kehampaan jiwa saat menatap sosok malaikatnya
tidak...
tiada sapa, senyuman, atau pujian terlomtar kala malaikat itu begitu dekat
ketika tangan mampu meraih halusnya selubung sang malaikat..
ketika hidung dapat mencium wanginya tubuh seorang malaikat..
Ketika mata bisa saja tak lepas dari pandang rupawan wajah malaikat..
Tapi apa???
kosong, hampa, dan beku...
dan keindahan sementara menjadi kelabu
hati yang seharusnya berbunga menjadi kelu dihinggapi kegelisahan dan keresahan...
Saat jiwa mencari secercah mentari penghilang luka, deru angin menghadirkan tetes air langit..
seolah menyambut keresahan dan sesal...
Seolah mengurung dalam gelap dan tangis yang tak kunjung mengalir....
Ahh...
sesal dan gerimis malam yang beku..............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar