Kata menjadi penghibur lidah yang kelu, menjadi benang pada jarum bernama bahasa, sebentuk aliran dari perasaan...

Kamis, 11 Maret 2010

Rasakanlah

Rasakanlah....
Rasa...
mereka berkata "cukup kau rasakan.."
perih dan bahagia yang menari bersama dalam rengkuhan dunia
Rasa...
Dengan misteriusnya memanggil pasukan air mata untuk siaga dan berarak ke medan dunia
ahh...
Saat kurasakan setiap rasa yang menghubung dunia dengan jiwa
yang tiada dimensi waktu dan ruang baginya, seperti dunia..
bukan dunia yang terus berjalan dengan sendirinya
bukan dunia yang dipenuhi gerakan yang memudar dimakan waktu
bukan dunia yang menunjukkan seberapa tua kita
bukan dunia yang dipenuhi benda - benda semu yang tampak nyata
Duniaku dalam hatiku yang bertaut dengan dengan semesta
yang ikut memanggil apapun yang ingin terpanggil
yang ikut memberi apapun yang dipinta
aku tak tau...
mereka berkata tuk merasakan dan menerima semua
semula kubahagia
saat kuterima semua rasa dan apapun yang tergetar di dada
tapi perlahan
ahh..
ada apa?
dunia bahagia seolah berputar
ada getar lain bertengger ricuh di dada
bukan sekedar menggetarkan jiwa dalam dada, juga tangan,kaki, seluruh tubuh, dan air mata..
aku tak tau..
Menerima?
Haru dan sedih ini terlalu berat untukku
entah apa,, kadang ku tak bisa terima
kuingin bahagia yang semula hadir dalam sapa dan bicara
kuingin tenang yang menghangatkanku dalam selimutnya
tapi apa???
yang tersisa tinggal getaran perih dengan pekikan yang merobek telinga
aku lelah, terdiam dan mencoba merasakan semua...
tapi takut seolah berkuasa
rasa macam apa itu..?
diam menjadi jawabku dalam satu tatap, bukan satu peluk, hal yang seharusnya terhadap..
hanya tatap tanpa terima
memperpanjang perih dan letih yang terasa menahun
Akan kutunggu,,
saat tiba waktuku berjalan dan merengkuh lembut monster hati itu untuk melepasnya..
tapi apa ini, takut?
aku takut memeluk perih dan takutku sendiri
dan aku masih menunggu
dalam penjara rasa yang kucipta sendiri.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar